Siapa yang suka tergoda melihat adegan di drama Korea saat karakternya asyik makan ramyeon panas dan gimbap di dalam minimarket? Nggak heran kok, datang ke CU atau GS25 pasti jadi bucket list wajib para wisatawan begitu datang di Seoul. Tapi seringkali jadi kebingungan saat kamu sadar kalau seluruh kemasan produk pakai huruf Hangul tanpa ada terjemahannya. Di sinilah tantangan bagi wisatawan Muslim, mengingat banyak camilan Korea yang menggunakan minyak babi atau alkohol. Untungnya, dengan trik dan teknologi, kamu tetap bisa jajan di convenience store Korea secara aman dan ramah Muslim.
Gunakan Fitur Camera Scan di Smartphone
Jangan pusing menghafal semua huruf. Cukup buka aplikasi Google Translate, pilih fitur kamera, lalu arahkan ke teks komposisi di belakang kemasan produk. Aplikasi akan langsung menerjemahkan tulisan Hangul tersebut ke bahasa Indonesia atau Inggris secara real-time. Hack sederhana ini sangat menyelamatkan saat kamu ragu dengan kandungan suatu produk.
Pilih Jajanan yang "Aman Secara Alam"
Jika tidak ingin ribet memindai satu per satu, kamu bisa memilih deretan menu aman berikut yang minim risiko kontaminasi:
Minuman Kantong Es Batu (Pouch Drinks): Kopi atau jus buah kantong yang dituang ke cup es batu. Paling ramah Muslim!
Susu Pisang (Banana Uyu): Susu pisang ikonik merek Binggrae kemasan botol guci aman dikonsumsi.
Gimbap Segitiga Varian Tuna: Cari kemasan yang memiliki tulisan tuna, dan hindari kata gogi (daging).
Camilan Rumput Laut (Gim): Rumput laut kering panggang gurih yang biasanya hanya memakai minyak wijen dan garam.
Kesimpulan
Menjelajahi kuliner lokal di minimarket Korea tidak harus menjadi hal yang sulit bagi wisatawan Muslim. Dengan memanfaatkan teknologi di ponsel sendiri dan sedikit ketelitian, kamu sudah bisa berburu camilan malam di Seoul dengan tenang tanpa takut salah beli.
Mau liburan ke Korea Selatan tanpa pusing memikirkan Halal-Haram makanan? Yuk, amankan kursi keberangkatanmu dan hubungi tim kami via WhatsApp sekarang!