Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Bangkok, Thailand, satu destinasi yang wajib banget kamu masukkan ke dalam itinerary Thailand adalah Wat Arun. Kuil ini bukan hanya terkenal karena keindahannya yang ikonik, tapi juga karena nilai sejarah yang dalam.
Tapi sebelum kamu buru-buru foto-foto di sana, yuk kenalan dulu lebih dekat dengan Wat Arun. Mulai dari sejarahnya, hal seru yang bisa dilakukan, sampai tips penting biar kunjunganmu nyaman dan berkesan!
Apa Itu Wat Arun?
Wat Arun, atau yang sering disebut juga sebagai "Temple of Dawn", adalah salah satu kuil Buddha paling terkenal di Thailand. Nama lengkapnya dalam bahasa Thailand adalah Wat Arun Ratchawararam Ratchawaramahawihan (panjang banget, ya? Makanya cukup sebut Wat Arun saja).
Yang bikin Wat Arun unik adalah menara (prang) utamanya yang menjulang setinggi sekitar 70 meter, dihiasi dengan pecahan porselen warna-warni yang membuatnya berkilau saat terkena cahaya matahari, apalagi saat matahari terbit atau terbenam. Keren banget buat foto-foto!
Wat Arun terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya, jadi kamu bisa melihatnya dengan latar air sungai dan kapal-kapal yang lalu lalang. Sangat ikonik dan "Thailand banget".
Sejarah Wat Arun
Wat Arun punya sejarah panjang yang menarik banget. Aslinya, kuil ini sudah ada sejak masa kerajaan Ayutthaya, dan awalnya dikenal sebagai Wat Makok.
Tapi Wat Arun mulai dikenal luas setelah Raja Taksin datang ke tempat ini pada tahun 1768, tepat setelah jatuhnya Ayutthaya ke tangan Burma.
Konon katanya, Raja Taksin melihat sinar matahari pertama menyinari kuil ini saat fajar, makanya dinamai Temple of Dawn.
Wat Arun kemudian mengalami renovasi besar-besaran di masa Raja Rama II dan Rama III (awal abad ke-19), yang membangun menara utama (prang) setinggi puluhan meter. Raja Rama IV juga menambahkan ornamen dan menyempurnakan arsitektur kuil ini seperti yang kita lihat sekarang.
Bagi orang Thailand, Wat Arun adalah simbol dari awal yang baru dan kebangkitan kembali. Makanya kuil ini sangat dihormati.
Harga Tiket Masuk Wat Arun
Tiket masuk ke Wat Arun cukup terjangkau, apalagi kalau dibandingkan dengan pengalaman yang kamu dapatkan.
- Harga tiket masuk turis asing: 100 baht (sekitar Rp 45.000)
- Tiket gratis untuk warga Thailand
Jam operasionalnya setiap hari, pukul 08.00 â 17.30 waktu setempat
Sebagai tips, ingat untuk bawa uang tunai. Karena beberapa tempat belum menerima kartu debit/kredit.
Cara Menuju ke Wat Arun
Wat Arun berada di bagian barat Sungai Chao Phraya, dan cara paling mudah untuk ke sana adalah dengan naik ferry.
Opsi terbaik untuk ke Wat Arun adalah:
- Naik BTS Skytrain ke stasiun Saphan Taksin
- Dari situ, turun ke dermaga Sathorn Pier
- Naik Chao Phraya Express Boat menuju Tha Tien Pier
- Lalu lanjut naik ferry penyeberangan ke seberang sungai (Wat Arun Pier)
Untuk biaya ferry sekitar 5 baht saja loh!
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Wat Arun
Kalau kamu pikir Wat Arun cuma buat foto-foto, kamu salah besar. Tempat ini bukan cuma indah, tapi juga kaya budaya dan punya banyak hal seru yang bisa kamu lakukan. Yuk kita bahas satu per satu, biar kunjunganmu ke Wat Arun makin berkesan!
1. Menjelajahi Arsitektur dan Dekorasi Kuil
Begitu masuk ke area Wat Arun, kamu bakal langsung kagum. Kuil ini punya gaya arsitektur khas Thailand yang unik banget. Bagian paling ikonik adalah menara tinggi yang disebut prang, dihiasi dengan porselen warna-warni yang dulu diambil dari kapal-kapal dagang China zaman dulu.
2. Mengikuti Ritual dan Memberi Persembahan
Wat Arun bukan cuma destinasi wisata, tapi juga tempat ibadah yang aktif. Banyak warga lokal datang ke sini untuk bersembahyang, memberi persembahan bunga lotus, menyalakan dupa, dan berdoa.
Kalau kamu ingin ikut merasakan pengalaman spiritual ini (meski kamu bukan penganut Buddha), boleh banget. Di area dekat pintu masuk biasanya ada yang jual set persembahan (bunga lotus, lilin, dan dupa) seharga sekitar 20-50 baht.
Setelah itu, kamu bisa mengikuti orang lokal ke dalam kuil dan memberikan persembahan di altar. Tapi ingat ya, harus tetap sopan, tenang, dan jangan ganggu orang yang sedang berdoa.
3. Berfoto dengan Kostum Tradisional Thailand
Pengen foto yang beda dari biasanya? Kamu bisa sewa kostum tradisional Thailand di area sekitar Wat Arun. Biasanya ada beberapa penyedia jasa sewa yang menawarkan baju khas kerajaan Thailand untuk pria dan wanita.
Harga sewanya biasanya sekitar 200â300 baht, tergantung jenis baju dan berapa lama kamu pakai. Kalau datang bareng teman atau pasangan, bisa juga sewa kostum couple biar makin seru!
4. Menikmati Sunset dari Tepi Sungai
Ini salah satu pengalaman paling laku di Wat Arun. Karena posisi Wat Arun ada di tepi barat Sungai Chao Phraya, sinar matahari sore bakal menerangi kuil dari depan, bikin bangunannya terlihat makin megah dan berkilau.
5. Belanja Suvenir Unik
Di sekitar Wat Arun, banyak kios kecil yang menjual suvenir khas Thailand. Mulai dari gantungan kunci bergambar Wat Arun, kaos Thailand, sampai kerajinan tangan dari kayu atau keramik.
Jangan buru-buru beli di kios pertama yang kamu temui. Jalan-jalan dulu, bandingin harga, dan jangan ragu untuk menawar. Kalau pintar nawar, kamu bisa dapat harga lebih murah!
Souvenir kecil seperti gantungan kunci biasanya dijual 5 biji 100 baht, cocok banget buat oleh-oleh teman dan keluarga.
6. Ikut Tur Sejarah atau Pemandu Lokal
Kalau kamu pengen tahu lebih dalam tentang sejarah Wat Arun, kamu bisa ikut tur berpemandu atau menyewa pemandu lokal yang ada di area pintu masuk. Biasanya mereka bisa bicara bahasa Inggris dan akan jelasin soal makna arsitektur, sejarah kuil, legenda dewa-dewi, budaya Thailand dan simbol-simbol unik di bangunan.
Etika Berkunjung ke Wat Arun
Wat Arun bukan cuma tempat wisata, tapi juga tempat ibadah umat Buddha. Jadi, penting banget buat kita berperilaku dengan hormat selama berada di area kuil ini. Yuk, simak etika-etika penting yang harus kamu tahu sebelum masuk ke dalam Wat Arun:
1. Berpakaian Sopan
Ini aturan nomor satu kalau kamu mau masuk ke kuil di Thailand, termasuk Wat Arun. Kamu harus menutupi bahu dan lutut. Baju yang terlalu terbuka atau tipis dianggap tidak sopan, apalagi di tempat suci.
Kalau kamu pakai kaos oblong biasa dan celana panjang, itu sudah oke banget. Tapi kalau kamu datang dengan tank top dan celana pendek, kamu biasanya nggak akan diizinkan masuk ke area ubosot (aula utama).
Untungnya, di pintu masuk biasanya ada yang menyewakan sarung atau kain penutup. Biayanya sekitar 20â50 baht, tergantung tempat.
2. Lepas Sepatu Saat Masuk Ruangan Suci
Salah satu tradisi penting di kuil Thailand adalah melepas alas kaki sebelum masuk ke bangunan utama. Ini tanda rasa hormat dan kebersihan, karena ubosot (ruang doa utama) dianggap suci.
3. Jangan Bersuara Keras atau Tertawa Berlebihan
Meski kamu datang untuk wisata, banyak orang lokal yang datang ke Wat Arun untuk berdoa dan bermeditasi. Jadi, jaga volume suara dan hindari tertawa keras atau teriak-teriak.
4. Jangan Sentuh atau Naik ke Patung Buddha
Ini kesalahan yang sering dilakukan turis asing tanpa sadar. Patung Buddha adalah objek suci dan tidak boleh disentuh, dipeluk, apalagi diduduki untuk foto.
Jangan juga mengarahkan kaki ke arah patung Buddha saat duduk atau foto. Di budaya Thailand, kaki dianggap bagian tubuh paling rendah, jadi mengarahkannya ke objek suci itu sangat tidak sopan.
5. Jangan Berdiri Lebih Tinggi dari Biksu atau Patung Buddha
Dalam budaya Thailand, tinggi tubuh atau posisi duduk bisa menunjukkan rasa hormat. Kalau kamu berada di ruang doa dan ada biksu yang sedang duduk di lantai, jangan berdiri menjulang di dekat mereka. Lebih baik ikut duduk atau menjauh dengan sopan.
6. Jangan Menunjuk Patung atau Orang dengan Kaki atau Jari Telunjuk
Kebiasaan kecil seperti menunjuk langsung dengan jari telunjuk atau kaki, di Thailand bisa dianggap kurang sopan. Apalagi kalau kamu menunjuk ke arah biksu, patung Buddha, atau orang lokal.
Kalau kamu ingin menunjukkan sesuatu ke teman, gunakan telapak tangan terbuka atau anggukan kepala. Misalnya: âItu lho patung di atas, cakep banget.â (sambil menunjuk dengan telapak tangan, bukan telunjuk).
7. Hormati Biksu, Jangan Ajak Selfie Sembarangan
Kalau kamu bertemu dengan biksu, sebaiknya jangan langsung ajak selfie atau ngobrol sembarangan. Beberapa biksu mungkin bersedia diajak ngobrol, tapi tetap harus sopan.
8. Buang Sampah pada Tempatnya dan Jaga Kebersihan
Meski kelihatan sepele, menjaga kebersihan adalah bentuk penghormatan juga. Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di area sakral.
Tertarik untuk Mengunjungi Wat Arun?
Kalau kamu tertarik mengunjungi Wat Arun dan merasakan langsung keindahannya, kamu bisa banget ikut paket tour Thailand dari Viva Wisata. Pilihan paket tournya beragam dan bisa kamu pilih sesuai keinginan.
Yang bikin asyik, paket dari Viva Wisata biasanya sudah all-in, jadi kamu nggak perlu repot mikirin tiket masuk, transportasi, atau makan. Kamu tinggal duduk manis, nikmatin liburan, dan foto-foto sepuasnya.
Jangan tunggu lama-lama, yuk cek sekarang dan temukan paket yang paling cocok buat perjalanan impian kamu ke Thailand!
FAQ
Apakah Wat Arun bisa dikunjungi bersama anak-anak?
Ya, sangat bisa. Tapi karena ada tangga curam, sebaiknya awasi anak kecil dengan ketat. Anak-anak juga pasti suka melihat dekorasi dan naik ferry.
Bolehkah saya berfoto di dalam Wat Arun?
Boleh, tapi jangan memotret saat orang sedang sembahyang, dan jangan pakai flash di dalam ruang ibadah.